Resurrected

Hello Public Internet,

I finally got myself back into this part of The Internet where the posts I share will be open for public (haha). I do apologise for any unanswered comments on this blog because I have never accessed this page for a long time.

In addition, I also (finally) encourage myself to write again instead of just being a silent reader. I do hope that what I am about to write will be useful for anyone who stumbled upon at this page.

Cheers!

Similarities

Hello again! It’s been a long time since the last time I wrote something. Yeah I usually tend to keep everything in my thoughts only, somehow. But today, I feel like writing it, so here it goes.

Similarities. That is pretty much how the world runs these days. Watching television, (in Indonesia) all I see is the similar-show although it is on a different TV station (oh did I tell you that it is the same people on every show? Seriously) as well as (some) music.

Okay, I am just babbling around.

But seriously, I am going to write about some interesting stuffs I found while I am wasting my time procrastinating, Youtube-ing. Dan karena dasarnya hobi mengkritik (baca: Kasarnya: nyacat) One of the interesting things I found was this.

1

Hmmm pretty much the similar, eh?

Ok, to make it easier, let’s break it down to few points Baca lebih lanjut

“Lucunya Provider Indonesia” : kisah lucu saya dengan provider “favorit” saya

Preface…

Kisah lucu ini berawal ketika saya berkesempatan untuk studi singkat di negara “adidaya internet” di asia, Korea Selatan. Previously, saya adalah pelanggan dua provider di Indonesia, Telkomsel pada ponsel Nokia saya (untuk telepon dan sms), kemudian Three pada Tablet yang saya gunakan (yang pada akhirnya menjadi ponsel utama saya selama berkelana di negeri orang). It’s fun ‘though, having to use a very big phone everywhere I go. Tak terhitung berapa kali roommate, classmate, bicara kepada saya “wow, big phone” LOL.

okay, back to topic, pada kalanya langganan three sebagai “nyawa” tablet yang saya gunakan bagaikan bulan madu, Baca lebih lanjut

Jangan Asal Klik “Next” dan “Agree/Accept”

2Siapa yang tidak mau perangkat lunak gratisan? Dengan berbagai fitur mengguirkan, pengguna internet ‘tergoda’ memasang perangkat lunak gratisan dengan label ‘shareware’ atau ‘freeware’ atau terkadang ‘trial’. Tidak ada salahnya kok memasang perangkat lunak demikian. Asalkan anda tahu fungsi siftware tersebut dan membutuhkannya. “it’s a go.”

Tapi terkadang pengguna internet tidak sadar akan ‘dosa’ nya dalam hal itu. *wuih serem banget men~, pake dosa segala. Tau apa sih lu tentang dosa? :p Baca lebih lanjut

Getting my indonesian phone working in South Korea

Remember my writing about Mobile Telecommunication in South Korea – Telekomunikasi Seluler di Korea Selatan ?
at the end of the writing I wrote “I Will write further info about this when I know more info about this”. and fortunately, I have got some more information than before.

Shown on the pictur is the phone (actually not a phone, it is a tablet but works as a phone too, i can use it to make phone calls over cellular (GSM/WCDMA). It is a bit hilarious actually, given the fact that this phone was made in South Korea, but people here are very curious about this phone (later on, i realize that this phone is not for sale in South Korea. hmm weird. okay, let;s go on to the main topic.

My Indonesian Samsung Galaxy Tab2 7.0 (GT-P3100) on SK Telecom Network

My Indonesian Samsung Galaxy Tab2 7.0 (GT-P3100) on SK Telecom Network

Baca lebih lanjut

(Got Saved) By Skype… 고마워 :D

Solusi segala solusi :

Skype!

yoa, sangat simpel dan gampang, tinggal isi skype credit, beres!

telpon biasa, gratis

chat, gratis

videocall, gratis

conference call, bisa

telpon rumah, bisa

telpon hape, bisa

yeah, salah satu solusi kalo ribet sama roaming ria

 

Itu adalah quote dari salah satu tulisan yang saya posting sebelumnya.

The simple question rises… jadi sebenernya penulis ini kalo komunikasi ke Indonesia, Gimana sih?

Well, awal awal sih masih pake sms roaming, langsung dari hape. dan sangat shock setelah menyadari. pulsa 70rb telah raib seperti asap dalam waktu 3 hari. Crazy!

Menyadari biaya hidup yang mahal di Korsel, namun tetap ingin berkomunikasi dengan kawan dan terutama keluarga di Indonesia, penulis memutuskan untuk menggunakan cara yang di atas. Yeah! Skype! User-to-user yang Free! tapi tetap saja, Menggunakan skype semata juga masih meninggalkan keribetan yang tiada tara (apaan sih ini –“)

karena kedua belah pihak harus online bersamaan, sinyal keduanya harus okay (kalo di indonesia internet lagi jelek, putus2) dan belum bisa kontak ke nomer biasa.

awalnya penulis tidak melihat manfaat itu. namun belakangan mulai nampak bahwa sangat penting untuk dapat menghubungi nomor biasa. kisahnya adalah, penulis ingin kontak call center Garuda di Indonesia dan perlu urgent di saat itu juga. Memang, ada kontak via e-mail, tapi karena penulis yang memang cenderung panik kalo lagi butuh urgent akhirnya cari cari cara…

Awalnya ingin pakai payphone di kampus, tapi belum beli calling card. kebingungan melanda, akhirnya… “why not use skype credit aja ya? ah give it a shot lah” | sayangnya, payment nya tidak “Me-rakyat” *hmm…

Payment yang tersedia adalah melalui kartu kredit atau paypal…. which is, I have none of them.

Finally, borrowing my parent’s card (and of course under their authority and they allow it) pembayarannya pakai itu.

Gimana cara belinya?

Login aja dari web, atau langsung dari aplikasinya. credit yang ada adalah US $ 10.

dari proses payment hingga masuk ke akun, sangat cepat! hanya perlu waktu beberapa menit, dan transaksi selesai.

*TIP : Make sure saja, option “Auto Recharge” tidak di-tick jika tidak mengharapkan mengisi ulang otomatis tiap bulan.

Once you’ve done, maka skype credit anda akan terisi

Credit Info

Credit Info

Dengan skype credit ini, anda akan bisa menelpon dan sms ke nomor ponsel, ataupun landline Ke Manapun

Untuk cek rate telpon, simply cek di web skype saja.

Kelebihannya juga, skype menyediakan info penggunaan di halaman akun. jadi penggunaan bisa dipantau.

Usage Info

Usage Info

Caller ID Bisa diatur untuk memunculkan nomor ponsel anda, sehingga dapat dikenali. jika anda belum mengatur nomor caller ID, maka nomor +44xxxx akan muncul.

seperti yang nampak di atas, terlihat berapa penggunaan, nomor, dan tujuan. kualitas suaranya juga tidak jelek jelek amat. lumayan bagus🙂

***

Back To The Story, akhirnya bisa kontak ke nomor call center, dan mendapatkan penjelasan langsung😀
and what’s more, sekarang penulis bisa nelpon ke nomer manapun, lebih murah😀

Indomie… Seleraku

안녕 ^^

kali ini saya akan menulistentang salah satu “failover” atau biasa disebut “Plan B”

loh, kenapa perlu Plan B?

Jadi, selama menempuh studi di sini, saya tinggal di dormitory kampus yang dalam fasilitasnya termasuk makan 3x sehari yang terjadwal dan menunya “random” meskipun dimodel buffet-style.

Hah? Random? maksudnya?

Terkadang menu yang tersedia biasa biasa saja, dan “eatable” seperti sayur, nasi, roti (jika breakfast). Kadang kalau lagi hoki, menunya adalah ikan /seafood *biasanya kalo menu gini langsung mengucap hamdalah sambil menangis haru ㅠ ㅠ* *lebaaaay* tapi kadang kalo lagi ga hoki (seperti hari ini) menu yang tersedia benar benar sulit dan ga bisa dimakan (pork, kimchi ekstra cuka, sayur bak rumput) biasanya kalo udah kaya gini saya dan teman exchange di sini yang juga muslim, mei langsung “mengheningkan cipta”. T_T

noh, kalo udah tau kaya gitu, kenapa ga makan di luar aja? atau masak sendiri?


pengennya sih gitu, tapi makan di luar juga masih bingung pesennya, isi menunya apa😐 kalau masak sendiri, juga kemahalan bahan bahannya.

Okay, sepertinya sudah melenceng dari judul, (masih nyambung juga sih). karena unfortunate event hari ini, akhirnya saya memutuskan untuk makan malam dengannn…

Indomie, seleraku!

(sayangnya) sayang oh sayang malang… saya sangat unprepared dalam keberangkatan saya. jadi saya ga bawa apa apa ke korea, bagasi cuma kepake 23 Kilo dari 40 Kilo #sedihseru

jadi, saya rinci kebutuhan ber-indomie di korea selatan ^^

Perlengkapan Ber-Indomie😀

* Indomie Goreng (KRW 500-600) a.k.a 4000-4800 rupiah perbiji *hiks

saya beli indomie ini di masjid setelah sholat jumat, selain beli di masjid, bisa juga beli di asian mart.

daaan.. ada hal berbeda di Indomie ini, ada embel embel “Export Product” instead of “Dengan Bawang Goreng” yang biasa ada di indomie kita. wetsss… perasaannku mulai “menggelitik” ini. ternyata indomie ini ga ada bawang gorengnya, dan bumbunya lebih sedikit. *rasanya pun jadi biasa saja*

* Wadah untuk masak, yang bisa dipake di microwave (KRW 4800)

Mahaaaaaaal T.T tapi karena kelaparan apalah dikata, beli saja deh. tapi memang harus kuakui bahannya bagus banget, kedap udara, bahannya tebal.

*Garpu! (KRW 500)

trus mau pake sumpit gitu? wegah nggawe sumpit, mangan indomie ae kok nggawe sumpit (Tidak mau ah pake sumpit, makan indomie saja kok pake sumpit segala)

Biar lebih asyik saya ceritakan secara kronologis pembuatan indomie saya.

jadi, langkah pertama yang saya lakukan adalah

Memasukkan indomie ke wadah, dan menambahkan air panas dari dispenser purifier dormitory. karena di kamar tidak diperkenankan membawa peralatan masak, dormitory menyediakan microwave gratisan yang bisa dipake, tapi letaknya di lantai 1. *sementara kamar saya di lantai 7* maka berangkatlah saya menunggu lift dengan membawa wadah yang semakin lama semakin membara (-_-) *sungguh gigih  sekali perjuanganmu demi indomi*

langkah berikutnya adalah membuka penutup, memasukkan wadah ke microwave, set ke 3 menit, tunggu

untung aja ruangan tempat microwave (rest room a.k.a semacem lounge) lagi sepi, sehingga tidak perlu ada yang melihat ke-udikan saya menggunakan microwave untuk pertama kali dalam hidupnya wkwkwk :p

Ctingg, ayey! mi gorengnya sudah matang!

tunggu dulu, saya harus mengeluarkan wadah itu dan menutupnya kembali…

ya betul, kembali ke lantai 7 (-_-) sambil sedikit melakukan atraksi, karena tenryata wadahnya sangat panas, sampailah saya di kamar dan menikmati indomie export product😀

memang bener lah iklan indomie ini, indomie, seleraku!

(ini ndak ngiklan loh ya, cuma curahan hati saja) :p

This is it! indomie Export Product

This is it! indomie Export Product