(A Road to) South Korea

Waktu menunjukkan pukul 19.00 di Surabaya, saat saya menginjakkan kaki di bandara internasional juanda. Hari itu bandara juanda sangat ramai karena masih dalam suasana mudik lebaran, bahkan jalur masik parkir yang digunakan untuk terminal internasional ditutup oleh posko istirahat mudik. Karena areal parkir itu tertutup terpaksa kami parkir di terminal domestik, tak apalah daripada tidak mendapatkan tempat parkir.

Sambil menunggu rekan rekan saya dari universitas airlangga yang juga mengikuti program ini, saya membeli kue yang ada di bandara. Lapar! packing bagasi memang sangat melelahkan. Baru saja satu gigitan saya habiskan, ternyata saya baru menyadari salah satu rekan saya sudah tiba di bandara lebih awal.

Saling berpelukan, berpamitan, terus kami lakukan Hingga akhirnya saya baru menyadari remarks penerbangan kami sudah berubah dari “Check in” menjadi “waiting room”. Apa? Waitingroom? Apakah masih bisa check in? Pikirku. Kamipun bergegas melakukan check in, mengangkut bagasi bagasi, untungnya kami masih bisa melakukan check in, well tentu saja karena penerbangan masih 60 menit lagi.

Pukul 20:35 kamipun boarding dan tak lama kemudian meninggalkan Kota Surabaya. Pemandangan yang nampak sangat menakjubkan, karena cuaca sangat cerah di surabaya dan sekitarnya, kami dapat melihat indahnya kota surabaya dan sekitarnya dari langit. “6 bulan lagi yaaa” ucap mbak al.

Pukul 22:20 tibalah kami di bandara internasional soekarno-hatta cengkareng (jakarta). Kami memang harus transit terlebih dahulu, karena penerbangan ke korea hanya tersedia dari bandara internasional jakarta dan denpasar. Setelah keluar dari pesawat hal yang sama kembali terjadi, remarks penerbangan kami sudah menjadi “waiting room” oh tidak hal itu berarti kami harus berlari lari kembali. Setelah menyelesaikan check-in transit, kamipun menuju gate E2, yang lebih mencengangkan lagi, saat masih mengantri keimigrasian, ternyata penerbangan kami telah dipanggil untuk segera naik pesawat (what?) Oh tidak, berarti kami harus lari lari lebih cepat lagi (-_-).

Kecemasan itu luntur setelah kami tiba di waiting room. Oh ternyata masih menunggu, phew, hampir saja jantung ini mau copot rasanya. Di dalam waiting room terdapat berbagai macam orang, beberapa dari mereka adalah warga negara korea. Percakapan dengan bahasa korea mulai muncul di ruangan itu. “Well, percakapan seperti inilah yang nantinya akan saya hadapi, I should be prepared and I better get used to it!” Pikirku.

Waktu menunjukkan pukul 22:50 saat kami boarding, di depan kami ada rongbongan sekeluarga yang nampak sangat excited dengan penerbangan ini *walaupun sebenarnya sayapun juga sangat excited, tapi jaim dong ya hahaha*. “Ah nampaknya mereka berangkat ke korea untuk berlibur, enaknyaaaa ~_~”. Oke, back to topic! Ini adalah pertama kalinya saya naik pesawat dengan ukuran sebesar ini! Benar benar membuat saya nampak sangat ‘ndeso’ (hahaha, kan emang ndeso :p). Pengumuman dari sang kapten membuat kami sedikit bergetar, “pesawat ini akan menuju bandara internasional seoul incheon” omg, WE REALLY ARE GOING TO SOUTH KOREA!. Untuk beberapa saat, saya masih merasa seperti mimpi saja, but hey, it’s real life!

***

“Flight attendants, landing position” ucap sang kapten. “Oh we will be landing in incheon international airport, this is so exciting!” Ucapku dalam hati. Sambil mendongakkan kepala meraih raih pandangan ke luar (karena mendapat seat row tengah) saya ingin segera melihat bagaimana korea nampak dari atas, sayangnya cuaca di sekitar bandara hujan ringan, sehingga pendaratan kami diselimuti oleh kabut. Tak lama roda pesawat menyentuh landasan incheon, benar benar pendaratan yang sangat smooth, “Penumpang yang terhormat, baru saja kita mendarat di bandara internasional seoul incheon” ucap sang kapten. Lagu rayuan pulau kelapa mengiringi pendaratan kami, sungguh sangat mengharukan :’)

***

Few tips from me :
-Belilah pocket zipper untuk menyimpan berbagai dokumen anda (tiket, paspor, ktp, boarding pass) untuk mempermudah anda. Dan yang terpenting, bawalah ballpoint! (I am aware of this, so I brought mine) saat pesawat masih di udara, flight crew akan membagikan berbagai dokumen yang diperlukan untuk proses masuk ke korea. Trust me! It will save your time.

-Do not hesitate to ask! Beberapa signgage di Indonesia memang (maaf) cukup “mendewa” sehingga manusia biasa seperti saya cukup tidak memahaminya, kindly ask any of the ground staffs there, they would gladly help you. Hal ini terjadi saat kami hendak melakukan check in saat transit, signgage menunjukkan “transfer from denpasar to seoul, japan, taiwan” kamipun akhirnya bingung harus check in di mana, namun mbak mbak yang ada di sana menjelaskan bahwa di situlah tempat kami harus check in (aneh banget signgage nya).

-Jangan lupa airport tax! Siapkanlah uang Rp 40.000 untuk penerbangan domestik dan Rp 150.000 untuk penerbangan internasional, akan lebih memudahkan lagi jika anda sudah mempersiapkan dan memasukkannya menjadi satu di zipper tadi, anda tidak perlu repot repot merogoh dompet, dan sebagainya.

One thought on “(A Road to) South Korea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s