Seoul Incheon lnternational Airport then making our way to gwangju

Waktu menunjukkan sekitar pukul 08:35 saat kami tiba di incheon, dengan menyusuri signgage yang manusiawi (hehe :p) kami akhirnya tiba di shuttle train (itu bukan sih namanya?). Shuttle train tadi kemudian membawa kami ke passenger terminal. setibanya di passenger terminal, kami kembali mengikuti signgage yang ada, hingga sampai ke titik keimigrasian. Di titik keimigrasian, Passpor kami diperiksa, arrival card yang sudah kami isi di pesawat juga diminta di sini. Proses berikutnya adalah proses fingerprint, dan diambil foto. Prosesnya cepat dan tidak berbelit menurut saya.

Setelah melalui proses keimigrasian, kami tiba di areal baggage claim, sebelum turun ke bawah, kami memeriksa detail penerbangan yang tertera di layar besar tepat di belakang area imigrasi untuk mengetahui gi bagian manakah bagasi kami akan dikeluarkan, karena tempat bagasi ini sangatlah luas.

Selepas pengambilan bagasi, kami harus melalui proses bea cukai keimigrasian, kartu bea cukai akan diminta (sudah disediakan juga di pesawat). Prosesnya cepat dan tidak ribet. In my opinion, arrival di incheon sangatlah lebih simple dan mudah dibandingkan di bandara kota asli saya. Di bandata kota asli saya, saat saya kembali dari luar negeri, cukup repot karena antrian yang (entah mengapa) sangat panjang, dan prosesi x ray di sana sini.

Setelah semua “prosesi” selesai, kami menuju gate D, tempat berkumpul yang sudah ditetapkan staf universitas kami di korea. Tempatnya tidak jauh, cukup berjalan sedikit ke gate sebelah, and it is done.

Few tips from me :
– Gunakan wifi dengan SSID “Airport Free Wifi”, kecepatannya tinggi dan stabil, selain itu tidak terputus meskipun ada berpindah tempat (fungsi wireless repeat).
– Karena anda berada di tempat yang sangat global, luaskanlah hati anda! Beberapa orang lain dengan budaya lain mungkin menyerobot antrian lift anda, dan sebagainya.
– Stay Alert! Mungkin saja anda kelelahan saat berada di travellator atau tangga berjalan, dan mungkin saja hal itu ternyata menghalangi jalan orang lain, step aside and give others the way.

***

Perjalanan kemudian kami lanjutkan (lagi) dengan menumpang bis yang sudah dipersiapkan oleh universitas, kami meninggalkan bandara incheon pukul 11.00 dan tiba di universitas sekitar pukul 15.50, perjalanan yang cukup panjang. Tapi tidaklah melelahkan, karena bus yang kami naiki sangat nyaman, salah satu hal yang membuat saya tercengang adalah adanya seatbelt di setiap kursi bus, luar biasa *lebay*. Jalan tol di korea selatan juga sangat bagus, jalannya sangat mulus, tidak ada tanjakan dan turunan ekstrim, banyak jembatan besar dan tinggi, rata rata untuk melalui port yang ada, sehingga kehadiran jembatan tetap memungkinkan kapal berukuran sangat besar melalui bawah jembatan.

Sepanjang perjalanan, struktur geografis sekitar jalan tol adalah berbukit, namun jalan tol itu sangatlah canggih hingga berbagai bukit yang sangat banyak tadi selalu di “terabas” oleh terowongan, mulai dari yang pendek hingga terowongan yang cukup panjang. Sehingga membuat perjalanan menjadi sangat nyaman. Beberapa hal yang menarik adalah
– Adanya CCTV “Police Enforcement” yang ada di setiap titik jalan tol,

– Penampilan BTS Seluler yang “wow” (BTS Seluler di korea sangat disamarkan sehingga tidak merusak estetika, biasanya dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai pohon, lengkap dengan ranting tiruannya)

– Gerbang tol otomatis (semacam erp, atau mandiri e-toll di indonesia), sehingga bus yang kami tumpangi tidak perlu berhenti untuk membayar tol, namun cukup menurunkan kecepatan hingga 30 Km/ jam di bawah sensor.

– Tersedianya titik peristirahatan di setiap 20-25 km jalan tol, menyediakan tempat makan, minum, seperti umumnya tempat peristirahatan. One more thing, toilet nya bersih, dan gratis!

– Kenadaraan di korea menerapkan kemudi di kiri, sehingga akan berbalik dengan di indonesia

– sejauh pandangan saya, tidak ada pengemudi yang ugal ugalan, kecepatan kendaraan benar benar stabil (konstan) perpindahan lajur juga sangat minim, sangat nyaman! Why? Karena batas kecepatan strictly diatur, jadi tidak ada orang yang mengemudi terlalu ngebut, dan terlalu lambat, setiap area jalan tol memiliki batasan kecepatan masing masing, rata rata 80-100 Km/h. selain itu jarak setiap kendaraan benar benar dibatasi, anatara 100-150 meter antar kendaraan. Meskipun kondisi jalan sangat lengang, pengemudi akan tetap stay di range kecepatan yang sudah ditentukan. Kamera kemananan yang tumbuh bak jamur di mana mana siap memantau kepatuhan pengendara, so, you’ll be safe here lah :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s