Back to school (earlier)

Liburan di Universitas Airlangga (universitas tempat say abelajar di Indonesia) masih tersisa sekitar satu minggu saat tulisan ini ditulis, beberapa status BBM (BlackBerry Messenger) teman teman saya di Indonesia masihlah menunjukkan ‘suasana’ berlibur, apalagi update social media facebook, instagram, twitter, foursquare semuanya masih menunjukkan postingan bernada liburan whereas in South Korea, i already started my class since August 27th, whoa!

Pada tulisan kali ini saya akan menceritakan sedikit hal mengenai pengalaman belajar, kuliah di korea selatan. Tulisan ini juga menjelaskan mengapa update postingan saya terhenti dan postingan saya tidak pernah ada fotonya. it is simple! Kuliahku sudah mulai sekarang! but one thing that i like, is that I got the “Maba-vibe” here, jadi aku merasakan level diligent saya kembali naik, berasa maba lah hehehe :p okay here are the things about studying in South korea as a freshman! aku buat menjadi poin poin biar lebih mudah bacanya🙂

studying in south korea means…

  • ON TIME!

Ini adalah hal nomer satu! paling penting di korea selatan (dan mungkin beberapa negara maju lainnya), yaitu anda harus ON TIME!. kalau biasanya saat di Indonesia, sudah merupakan rahasia umum bahwa saya adalah mahasiswa yang “mesti molor”, bahkan teman teman saya selalu menyindir saya kalau saya kok tidak pernah masuk kuliah tepat waktu *hehehe malu maluin ah*. Karena merasakan “maba-vibe” dan membaca silabus dari dosen yang menyatakan semua siswa harus datang on time, sayapun benar benar datang lebih awal (padahal alasan aslinya adalah, karena takut nyasar). benar sekali! di hari pertama, kelas pertama, saya nyasar untuk masuk kelas, berkeliling keliling sambil tanya2 dengan bahasa korea yang terbatas, saya coba tanya ke beberapa orang yang lewat “sabamde neun odie isseyo?” tentunya dengan pengucapan yang (pasti) salah banget hehehe. beberapa dari mereka menjelaskan dengan bahasa korea. oke aku ndak paham sama sekali apa yang dia ucapkan, then i will just end it with “Kamsahamnida”. akhirnya saya menemukan kelas saya setelah berputar putar dan bercucuran keringat. (kampus saya sangat luas! kira kira dari dormitory ke kelas saya, sejauh 300-400 meter, wow banget!) dalam hati saya terus mengucapkan, “ini hal langka lho ya, seorang Ganes datang tepat waktu” wkwkwk.

later, di beberapa kelas lain saya akhirnya merasakan betapa pentingnya tepat waktu. di salah satu kelas, ada mahasiswa datang terlambat, guess what? dia datang terlambat 2 MENIT dan professor sudah menegur dengan “punya jam ga? ini sekarang jam berapa?”. ekpresi sayapun : OH… My… God… bandingin aja deh, back in indonesia, beberapa teman malahan ada yang datang 15 menit sebelum kuliah berakhir, gile!

  • 50 Menit Saja

Salah satu hal yang berbeda juga adalah, satu mata kuliah means 3 sks, dan dari 3 sks itu di breakdown menjadi 3 pertemuan dalam satu minggu, Jadi setiap harinya kuliah satu jam, dan : Hanya 50 Meenit saja! menurut saya hal ini lebih efektif! karena sejujurnya, kuliah lebih dari 50 menit hanyalah menjadi sia sia, karena ujung ujungnya juga bakalan beralih ke gadgets masing masing. *tapi rada nyesek juga sih, meeen jalan segitu jauhnya kuliah cuma bentar*. poin ini juga menjelaskan, why being puncutal here is very important! simply karena kuliahnya bentar, telat dikit, yaaa udah ketinggalan jauh deh. oh iya! pintu kelasnya ada dua, pintu depan dan belakang, students here are very polite. ketika mereka tau kalo udah telat, (telat 1 menitpun) mereka akan masuk dari pintu belakang, dengan perlahan lahat agar tidak mengganggu jalannya kelas, ga ribet cari kursi! beda sama di indonesia lah *you-know-what-lah* hehehe

  • E-Class benar benar dipakai!

Dalam setiap perkuliahan, profesor akan memposting berbagai informasi berkaitan dengan perkuliahan ke dalam sistem e-class yang disediakan universitas (namanya arsam) di dalam situ, materi kuliah, upload tugas, dilakukan secara integrated, jadinya ga repot! (Repotnya, hanya tersedia dalam bahasa korea, jadinya tiap kali aku buka, musti side-by-side sama google translate) international office di sini sebenarnya sangat helpful dengan memberikan tutorial, mereka (IO) juga minta maaf atas keadaan ini, karena mereka sebenarnya sudah meminta fitur bahasa inggris, tapi ga dibikinin juga.

  • (again) students are very polite, and learning here is very conducive

Selain mengenai telat-telat tadi, pelajar di sini benar benar tahu manners, dosen datang hape langsung ditutup, sejauh ini saya tidak pernah mendengarkan bunyi ringtone siswa, meskipun sekedar soudn notification saja. di sini, pelajar juga benar benar menghargai temannya, saat berpendapat, mengacungkan jari dahulu, setelah ditunjuk baru ngomong. kalaupun ada yang berpendapat dan sedikit konyol, atau dengan bahasa inggris belepotan, ga terdengar juga ledekan atau apapun itu yang menurunkan mental temannya, they respect their friends very well!

ketika profesor memberikan pelajaran, tidak pernah terdengar bisikan bisikan, semuanya serius belajar, meskipun berpakaian “heboh” jika di indonesia, ga ada yang ngurusin, ga ada yang ngeledekin, kelas tetap tenang dan belajar tetap nyaman meskipun dengan baju yang cukup aneh aneh (jika di indonesia). hal hal itu dan kebiasaan itu sangatlah penting diketahui mahasiswa di indonesia!

  • Get Healthy!

Sehat banget! kok bisa? iyalah! ke mana mana musti….. JALAN!

kampus tempat saya belajar, Chonnam National University memiliki luas yang sangat… luas, contoh salah satu kelas yang saya ambil, memiliki jarak sejauh sekitar 500 Meter, sangat jauh jika dibandingkan saat berkuliah di indonesia, buat beli jajan ke indomaret seberang jalan aja, pake naik motor (males banget kan?). Alhamdulillah, alam yang siberikan Allah sangatlah indah, dan sehat. kampus yang sangat hijau ini sangat bersahabat dipake jalan, tanaman hijau nan rindang, udara yang segar, langit yang bersih membuat berjalan di sini nyaman, sampai sampai parameter ‘jauh’ di sini pun bergeser dibandingkan saat di indonesia. contohnya saja weekend lalu saya dan beberapa teman dari indonesia diajak ke homeplus (macam tesco kalau di eropa, carrefour kalo di indonesia) dan tentunya : Berjalan! ketika saya hitung hitung, sekitar 1,5 Km satu arah. wow! cukup jauh juga ya (saya juga heran, bisa juga ya jalan segitu hehehe)

Namun, kebiasaan berjalan ini gak cuma satu dua orang yang melakoninya, tapi Banyak! kalo capek dikit, bisa ambil alternatif naik bis, naik bis di sini biayanya 1200 Won kalau bayar tunai, kalau bayar pake kartu (tempel) cuma 1100 atau 1000 won. I really wish di Indonesia kebiasaan gini banyak yang niru, well walau susah juga sih, panas hehehe.

*** to be continued ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s