Bersyukur

Hidup terpisah dari keluarga, dari rutinitas, dari hal hal yang ‘biasa dan membosankan’ membuat saya benar benar mensyukuri yang pernah dimiliki. memang benar kalimat “You never know what you have until it is gone” benar sekali, saya benar benar merasakan hal itu di sini. tetapi seperti apa yang disampaikan profesor saya, “You need to narrow down what you write but not too narrow” dalam tulisan ini saya lebih memfokuskan pada ibadah, islam.

Masih ingat tulisan saya sebelumnya di mana roommate saya menyatakan “Muslim? Islam? apa itu islam?” yap, tidak semua orang di sini aware akan keberadaan agama islam, which makes the word “halal” is nowhere to be found here, at least very rare to be found here. Sejak menginjakkan kaki saya di negeri ginseng ini, sejak saat itulah saya berhenti memakan daging, any kind of meat (Kecuali daging ikan), Berasa seperti demi-vegetarian saja saya ini. Kerapkali teman teman saya menanyakan, “lho nes, kok dagingnya disisain? ga suka kamu? itu ayam kok.” | akupun hanya membalas dengan senyuman, “hhe, iya” (kadang saya hanya memjawab dengan sedikit berbohong, whereas actually i want it bad to eat those meat, untuk menghentikan pembicaraan itu) beberapa juga menanyakan “ah masa sih, emang kenapa?”. akhirnya sayapun menjelaskan :

“Dalam islam kan saya tidak boleh makan makanan haram, nah ayam dan sapi atau apapun itu, kalau tidak disembelih secara islam, maka jadinya juga akan tetap haram”…

beberapa teman ada yang menjawab “oooh gitu” namun tidak banyak yang kembali menanyakan alasannya. Sudah menjadi hal yang wajar menurut saya bagi teman teman yang menanyakan hal itu, karena memang tidak banyak orang non muslim yang mengetahui hal itu.

“trus lu makan apaan?”

nah, untuk beberapa kasus, ketika saya benar benar meragukan, maka saya hanya akan memakan roti saja. cukuplah untuk menahan rasa lapar. kalaupaun lapar juga makan di luar tidak begitu membantu, karena keadaan di korea selatan memang harga makanan sangat mahal (jika dibandingkan dengan indonesia). sampai sampai ada salah satu teman yang menyampaikan “yaah, jangan dibandingin sama indonesia, kalo dibandingin, lu gak bakalan makan…” | iya juga pikirku

back to the main topic, bersyukur! di Indonesia, makanan hampir semuanya tersedia halal, siap dan aman dimakan langsung namun terkadang tidak mensyukurinya, makan disisain, dibuang, di sia siakan. You won’t be able to event think to waste halal foods here!

Selain makanan, melakukan ibadah shalat lima waktu di sini juga cukup rumit. sejauh ini untuk melakukan sholat lima waktu, saya selalu melakukannya di kamar dormitory saya, karena saya belum menemukan tempat untuk melakukan ibadah selain di dormitory (dan mushola student union building, semacam student center). untuk melakukan ibadah sholat jumat, jauh lebih sulit, karena harus menuju masjid yang letaknya tidak dekat. “Keimanan di sini benar benar diuji” gumamku.

losing those stuffs make me fell so grateful for what I had back home.

**

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s