Jangan Asal Klik “Next” dan “Agree/Accept”

2Siapa yang tidak mau perangkat lunak gratisan? Dengan berbagai fitur mengguirkan, pengguna internet ‘tergoda’ memasang perangkat lunak gratisan dengan label ‘shareware’ atau ‘freeware’ atau terkadang ‘trial’. Tidak ada salahnya kok memasang perangkat lunak demikian. Asalkan anda tahu fungsi siftware tersebut dan membutuhkannya. “it’s a go.”

Tapi terkadang pengguna internet tidak sadar akan ‘dosa’ nya dalam hal itu. *wuih serem banget men~, pake dosa segala. Tau apa sih lu tentang dosa? :p

Dari pengamatan saya, (dan pengalaman pribadi saya) memasang perangkat lunak itu simple saja. Tinggal klik ‘next’ trus ‘next’ trus isi data, trus ‘agree’ trus ‘accept’ trus ‘yes’ trus ‘finish’ trus modyar :p

Well, sorry to say, that has to end!

*ah, aku selama ini gitu, toh komputerku gapapa tuh, nih masih jalan *sodorin*

*kemudian blue screen #kemudianhening

Who says so? Coba perhatikan desktop anda, adakah icon icon ‘bukan punya gue’ (not literally *if you are looking ‘bukan punya gue’ -,-) icon baru yang tidak anda kenali, semacam “Play Free Games”, “50 Free Mp3”, “Cute Smiley” dan sebagainya. Itu punya siapa? Aduh jangan jangan bawaan laptop, jangan dihapus ah. EEEE! Wrong answer!

Sekarang bukalah browser anda, internet explorer, firefox, chrome. Perhatikan jendelanya, tambah sempit ga? Adakah toolbar baru? Itu.. yang di bawah tempat ngetik website. Ada kan ikon2 baru aneh2 dan kolom search baru. Kemudian tiap kali search kok jadi pake conduit? Kok jadi pake ask? Trus buka tab ini muncul aneh2 juga. Pernahkah anda merasa menginstallnya?  Buntut2nya mungkin “duh gengges banget sih jadi makin sempit aja ini layar, tapi ini juga mungkin bawaan browser gitu, otomatis”. EEEE! Another wrong answer!

Kemudian tunggu saja hingga komputer anda menampilkan gejala gejala tidak beres. Well, worst scenario, ya BSB.

BSB? Backstreet Boys? Wuoo

EEE! Wrong answer!

Blue Screen Beib~

#kemudian hening *ini tulisannya semakin alay ya?

Now, got it?

Scenario di atas adalah dari kisah nyata (tentunya dengan penyesuaian) *semacam di tipi

***

Pada dasarnya, pengguna internet itu tadi sudah “menyetujui” komputernya dirasuki hal bermacam macam. When? Ketika menekan next next tadi.

To make it crystal clear, mari kita lihat contoh kasus nyata berikut.

Saya mencoba memasang perangkat lunak BitTorrent (yang dibenci provider dan penyedia jaringan namun sangat dicinta semua orang)

Setelah selesai mengunduh, dan menjalankan ekstensi file pemasang, jendela yang pertama kali muncul adalah berikut

1

Yeah, it’s obvious. You must press next here

And then, voila! Apakah ini?

3

Ada penawaran untuk mengunduh lagu-yang-entah-siapa-itu-artisnya secara otomatis. Wow!

No. Thanks.

(sayangnya hal ini by default tercentang otomatis) dan mungkin beberapa pengguna internet langsung saja menekan next tanpa melihat.

Lesson 1: Read carefully before pressing Next, un-tick unnecessary things

Kemudian muncul hal lebih menarik, berwarna warni, apakah itu?

4

Sama seperti sebelumnya, segala hal by default sudah tercentang sendiri.

Jika anda menekan Next, maka, toolbar nggak penting itu akan terinstal (yang pada kebanyakan kasus, toolbar tersebut adalah malware). Kalau dilogika gampangnya sih, toolbarnya mempersempit jendela browser. Ugh. Kemudian web search, dan home page langsung berubah menjadi toolbar tadi. Eew.

Lesson 2: NEVER EVER Install Toolbar (ini personal preference sih, tapi saya sarankan jangan deh. Sudah beberapa laptop teman ‘menggila’ karena berbagai toolbar tadi)

Kemudian…

5

Apakah ini?

Sebentar, website password manager? Tadi aku kayanya pengen install P2P client deh, ngaps guwe harus install password manager -,-

Lesson 3: You don’t need to Accept everything.

Ubah ke decline. And then finish.

***

Demikian tadi adalah salah satu contoh saja, sebelas-duabelas dengan perangkat lunak tadi, beberapa freeware lain kebanyakan melakukan hal sama. Just follow these lessons, and you’re good to go.

Selamat memasang perangkat lunak gratis dengan aman🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s