Cuap Cuap

Memperpanjang SIM Luar Kota melalui Bus SIM Keliling Taman Bungkul Surabaya

IMG_1631

Hari ulang tahun semakin dekat menjelang, ada beberapa hal (selain perayaan ulang tahun) yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah pengurusan dokumen (SIM dan KTP) yang masa berlakunya sudah dipastikan sama dengan tanggal lahir. Pengurusan KTP sudah tidak lagi dicemaskan karena berdasarkan informasi yang dirilis Ditjen Dukcapil Kemendagri awal tahun 2016 menjabarkan bahwa “KTP-el yang diterbitkan sejak tahun 2011 juga berlaku seumur hidup tanpa perlu diperpanjang meski telah habis (tercantum) masa berlakunya”. Alhamdulillah, KTP saya sudah merupakan KTP-el, otomatis tahun ini saya tidak perlu beribet ngurus perpanjangan KTP yang menjadi momok setiap warga negara Indonesia (lebay ah). I just need to hold on this ID card tightly, making sure that I will never lose it or break it.

Anyway, kembali ke pembahasan utama. Yap! SIM adalah salah satu kartu identitas yang masa berlakunya dipastikan sama dengan tanggal lahir, dan tahun ini bertepatan dengan berakhirnya masa berlaku kedua SIM saya. Dengan kondisi terkini yang menyatakan bahwa SIM yang habis masa berlakunya biarpun terpaut satu hari dari masa berlaku, tidak bisa diperpanjang maka sayapun getol untuk segera memperpanjang SIM saya, menghindari keribetan tes ulang untuk mendapat SIM lagi.

Dengan keadaan saya yang (sok) sibuk, dan sebagai warga (sok) metropolitan, maka simplicity dan kecepatan adalah hal mutlak yang harus didapat dalam segala hal, tak terkecuali proses perpanjangan SIM (lebay ya hahaha). Good thing, Kepolisian menjawab kebutuhan khalayak metropolitan dengan menghadirkan SIM keliling (how cool is that!). Jadwalnya pun dapat diakses juga melalui website Ditlantas Polda Jatim yang menjabarkan hadirnya SIM keliling di berbagai titik.

Kondisi alamiah saya yang merupakan warga Kabupaten menyebabkan kegundahan saya, Bisakah saya memperpanjang SIM dari luar kota Surabaya di Surabaya melalui SIM keliling? jawabnya Bisa, namun pastikan bahwa titik tempat perpanjangan tersebut mendukung SIM Online, dan satpas asal “luar kota” tersebut juga mendukung sistem SIM Online dengan KTP-el (sumber) (sumber 2).

Dalam konteks yang saya alami, Bus SIM Keliling di Taman Bungkul sudah mendukung SIM Online (dan kabarnya memang dikhususkan untuk memfasilitasi warga luar kota), dan Polres asal saya juga merupakan Satpas Online (cek daftarnya di sini). Walhasil, tenanglah saya melenggang ke Taman Bungkul pagi itu untuk mengurus perpanjangan SIM.

Bagaimana caranya dan dokumen apa saja yang diperlukan?

IMG_1604

  1. KTP dan SIM Asli yang masih berlaku (tentunya!)
  2. Foto copy KTP dan SIM (potong ukurannya sesuai ukuran asli, agar mudah dijepret)
  3. Surat keterangan sehat dari Dokter (dari puskesmas bisa)
  4. Uang untuk perpanjangan SIM dan Asuransi
  5. Tips: Bawa juga ballpoint dan alas (simpel) untuk menulis
IMG_1605
Biaya perpanjangan SIM

Pengalaman saya

IMG_1607
Suasana pengurusan SIM Keliling

Dari pengalaman saya mengajarkan bahwa sebaiknya sudah mempersiapkan surat keterangan sehat dari Dokter sejak awal sebelum ke Bungkul, atau di hari sebelumnya. Pembuatan surat ini sangat simpel dan ga usah dibuat ribet, pengalaman saya, surat ini saya dapat dari puskesmas (manapun) asalkan sudah memiliki KTP-el. Pendaftaran di Puskesmas hanya memerlukan biaya Rp 5.000,- untuk administrasi dan stafnya sangat helpful dan prosesnya cepat (pengalaman saya saat itu di Puskesmas Ngagel Rejo). Satu surat berlaku untuk satu golongan sim. Sehingga, untuk perpanjangan ‘combo’ seperti saya (SIM Golongan A dan C) memerlukan dua surat keterangan sehat. Sekali lagi, Dokter yang melayani sangat helpful, biaya sangat terjangkau (Rp 5.000,- per surat), dan proses sangat cepat (bergantung antrean sih…).

Setelah semua dokumen lengkap, kumpulkan dokumen yang diperlukan kepada staf yang berjaga untuk diikutkan pada antrean (manual). Satu persatu dari antrean tersebut kemudian akan dipanggil untuk membayar biaya asuransi, diberikan formulir, kartu asuransi, serta tanda terima, dan dikumpulkan seluruh kelengkapan dokumen.

IMG_1608
Formulir, dan dokumen yang sudah disatukan, serta kartu asuransi

Lengkapi dokumen dengan ballpoint yang sudah dibawa tadi, meski ada beberapa badukan yang bisa digunakan, akan lebih convenient jika sudah membawa alas untuk menulis.

Satu persatu orang kemudian dipanggil sesuai urutan antrean manual di awal (menggunakan KTP-el yang dikumpulkan dan ditumpuk sesuai urutan antrean). Setelah dipanggil, bergegas masuk ke bus, dan proses berlanjut dengan pembayaran biaya perpanjangan.

Pengalaman saya, proses di dalam hanya memerlukan waktu kurang dari 5 menit (jika data sesuai dan tidak bermasalah). Setelah verifikasi sidik jari dan tanda tangan dilakukan, voila! SIM baru sudah di tangan. Kudos!

Simple dan cepat bukan? bagi pembaca yang masa berlaku SIM nya segera habis, segeralah memperpanjang melalui channel pelayanan yang semakin baik dan beragam, sesuai kebutuhan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s